Mengapa Anda Sebaiknya Memilih Menggunakan Pembalut Kesehatan Berbahan Kain

Memilih pembalut kesehatan saat ini telah menjadi alternatif yang menarik dan semakin banyak peminatnya. Selain menggunakan bahan organik, alasan lainnya adalah semakin tingginya kesadaran konsumen akan bahaya bahan kimia, seperti yang sudah kami jelaskan di artikel Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut. Akhirnya, kesehatan organ reproduksi menjadi fokus utama dalam berbelanja pembalut, harga tak lagi jadi pertimbangan dan faktor utama.

Memang benar, bahwa pembalut sekali pakai yang beredar di pasaran dapat dibeli dengan harga terjangkau. Bahkan, rentang harganya hanya berkisar antara Rp10.000 sampai Rp30.000, bergantung pada isi tiap kemasan dan apakah ada sayap atau tidak, misalnya. Walaupun begitu, apakah Anda yakin bahwa produk yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan area pribadi Anda yang sensitif itu benar-benar aman?

Berbeda dengan zat-zat yang masuk melalui mulut, apa yang masuk ke dalam tubuh melalui area kewanitaan Anda tidak akan melalui proses metabolisme atau eliminasi. Sehingga, kemungkinan zat-zat tersebut akan langsung masuk ke dalam aliran darah Anda juga lebih tinggi. Belum lagi, bahan-bahan kimia tersebut juga bisa dengan mudahnya masuk ke dalam organ sistem reproduksi Anda.

Padahal, produk pembalut konvensional yang sekali pakai itu rupanya memiliki risiko masalah kesehatan di masa depan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan klorin, baik itu dalam jumlah besar maupun sedikit, yang dapat berdampak buruk. Beberapa gejala yang kerap dialami para wanita karena adanya gas klorin tersebut adalah timbulnya rasa gatal di area kelamin, kemudian diikuti dengan tanda-tanda infeksi.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat memicu masalah kesehatan reproduksi yang lebih serius, termasuk kanker serviks. Hal ini dikarenakan pelepasan senyawa dioksin yang ditimbulkan dari gas klorin tersebut. Apalagi, area kewanitaan memang idealnya terasa lembab sehingga kemungkinan terjadinya proses pelepasan dioksin pun menjadi lebih tinggi.

Artikel terkait pembalut berbahan klorin bisa Anda baca di Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut.

Selain menurunkan risiko terjadinya masalah kesehatan yang serius di masa depan, produk pembalut yang sehat dan terbuat dari bahan organik juga memiliki berbagai manfaat lainnya. Salah satunya adalah komposisi atau bahan baku yang aman, bahkan ketika bersentuhan dengan daerah pribadi Anda. Berbeda dengan pembalut konvensional yang harus diputihkan (bleaching) terlebih dahulu, produk yang organik cenderung menghindari proses ini. Sebab, dalam proses pemutihan, gas klorin merupakan bahan yang umum digunakan dan memiliki banyak jenis sehingga prosesnya sendiri tidak serta-merta bebas klorin.

Kemudian, produk pembalut sehat juga dianggap membuat kondisi tubuh menjadi lebih baik, termasuk ketika haid. Salah satu hal yang dapat dirasakan penggunanya adalah berkurangnya atau bahkan hilangnya rasa nyeri yang umum timbul ketika memasuki masa haid. Selain itu, pembalut yang organik juga dikenal akan menfaatnya dalam mengatasi keputihan.

Ulasan lebih lengkapnya, baca artikel berjudul Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Pembalut Sehat.

Hal ini dikarenakan penggunaan bahan seperti plastik pada pembalut konvensional sekali pakai yang dapat menghalangi aliran udara pada area kewanitaan Anda. Inilah salah satu alasan mengapa rasa nyeri timbul saat sedang haid. Selain itu, bahan sitetis pada pembalut konvensional juga dapat menyerap kelembaban pada bagian pribadi Anda, sehingga risiko timbulnya rasa sakit dan bahkan infeksi pun menjadi lebih tinggi. Kondisi ini juga dapat diperparah apabila Anda tidak sering-sering mengganti pembalut, baik itu ketika aliran darah menstruasi Anda sedang deras-derasnya atau tidak.

Lain halnya jika Anda memilih menggunakan pembalut berbahan organik. Bahkan, Anda juga dapat beralih ke jenis pembalut kain yang dapat dicuci. Dengan demikian, pembalut itu pun dapat Anda gunakan kembali di kemudian hari sehingga jumlah produksi sampah rumah tangga pun dapat dikurangi secara besar-besaran.

Bagaimana? langkah apa yang selanjutnya Anda ambil? Kami sarankan untuk membaca artikel 5 Alasan Mengapa Anda Harus Beralih ke Pembalut Cuci Ulang Secepatnya agar Anda semakin yakin.

5 Alasan Mengapa Anda Harus Beralih ke Pembalut Cuci Ulang Secepatnya

Sebelum membaca Artikel ini sampai habis, dianjurkan untuk membaca artikel dasar dari kami mengenai Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Pembalut Sehat.

Pembalut cuci ulang seperti Pembalut Serat Bambu yang merupakan produk unggulkan kami ini, adalah salah satu pembalut alternatif yang paling banyak dianjurkan wanita untuk menghindari pembalut konvensional sekali pakai. Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi hal ini, selain menghindari 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut dan alasan kesehatan adalah garis besarnya. Berikut ini beberapa alasan paling masuk akal dan wajib Anda renungkan segera.

5 Alasan Mengapa Anda harus beralih ke pembalut cuci ulang secepatnya.

  1. Mengurangi nyeri haid, infeksi, dan rasa gatal.

Kandungan plastik yang terdapat pada pembalut sekali pakai dapat menghambat aliran udara untuk area kewanitaan Anda. Hal inilah yang dapat memicu timbulnya rasa sakit dan gatal. Selain itu, terdapat bahan sintetis pada pembalut konvensional yang memang memiliki daya serap tinggi. Akan tetapi, bahan tersebut juga justru dapat ikut menyerap kelembaban alami area kewanitaan Anda, terlebih jika Anda jarang mengganti pembalut Anda.

  1. Pembalut cuci ulang jauh lebih sehat bagi Anda.

Biasanya, bahan katun yang dimanfaatkan untuk pembalut sekali pakai adalah jenis yang peling beracun karena menggunakan lebih banyak pestisida maupun herbisida. Bahan-bahan untuk membuat pembalut tersebut kemudian diputihkan menggunakan klorin dioksida yang dapat menghasilkan produk sampingan yang dikenal dengan dioksin. Dioksin ini dikenal beracun dan tidak hanya dapat mengotori lingkungan, tapi juga membahayakan tubuh Anda. Belum lagi jika ada pembalut yang menawarkan aroma atau wewangian tersendiri; hal ini justru dapat memicu reaksi negatif pada tubuh dan bahkan mengakibatkan masalah kesehatan yang serius karena tambahan zat kimia untuk pewangi tersebut.

  1. Ramah di kantong.

Tidak hanya baik untuk tubuh, pembalut kain yang dapat dicuci ini juga hemat di kantong. Memang benar bahwa Anda akan harus mengeluarkan uang lebih banyak di awal. Akan tetapi, untuk selanjutnya, pengeluaran dari pembalut akan dapat dikurangi secara signifikan karena di bulan-bulan berikutnya Anda sudah tidak perlu lagi berbelanja pembalut.

  1. Dan ramah lingkungan juga.

Diperkirakan, ada sekitar 26 ton sampah yang dihasilkan dari pembuangan pembalut. Angka tersebut baru di Indonesia saja; bayangkan berapa jumlahnya di seluruh dunia! Belum lagi, bahan plastik pada pembalut sekali pakai akan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk diuraikan. Proses produksi pembalut konvensional pun juga tidak bisa dikatakan ramah lingkungan. Hal ini berbeda dengan pembalut cuci ulang yang akan mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap bulannya.

  1. Higienis, tidak mudah bocor, dan mudah dicuci.

Banyak yang merasa ragu untuk beralih ke pembalut kain yang dapat dicuci ulang karena dirasa kurang bersih. Padahal, saat ini teknologi pembuatan pembalut kain jenis ini sudah jauh lebih maju. Untuk penyerapan darah yang lebih baik, biasanya ada lapisan yang kedap air atau bahkan lapisan tambahan yang dapat dilepas. Memang jadinya pembalut tersebut akan terasa lebih tebal, namun tentunya hal ini jauh lebih baik daripada risiko masalah kesehatan di kemudian hari, bukan?

Selain itu, selama Anda dapat menjaga kebersihan pembalut kain cuci ulang Anda, produk ini juga bersih-bersih saja, kok. Anda cukup ikuti petunjuk untuk mencuci dan membersihkan pembalut tersebut yang sudah tercantum pada kemasan. Biasanya, merendamnya di dalam air semalaman dan kemudian mencucinya menggunakan air panas juga sudah cukup.

Anda juga sebaiknya tidak menggunakan pemutih, pewangi, atau pelembut pakaian saat mencuci pembalut cuci ulang Anda. Dan jika Anda ingin mengeringkannya menggunakan mesin, pastikan pengaturan pengeringnya ada pada yang paling rendah.


Bagi Anda yang masih bingung memutuskan harus membeli pembalut organik apa, kami menyarankan untuk menggunakan produk pembalut serat bambu unggulan kami yang sudah terbukti membantu wanita ketika haid.

Ciri-Ciri Pembalut Sehat dan Aman yang Wajib Anda Ketahui

Dengan rilisnya hasil pengujian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengenai produk pembalut wanita dan pantyliner yang memiliki kadar klorin yang cukup tinggi, para konsumen pun menjadi semakin berhati-hati saat memilih. Sebab, klorin sendiri sudah dikategorikan sebagai bahan yang memiliki sifat iritasi dan racun.

Hal inilah yang nampaknya menyebabkan keluhan rasa gatal dan iritasi yang timbul ketika konsumen menggunakan produk pembalut. Kementerian Kesehatan RI sendiri sudah melarang penggunaan gas klorin dalam proses produksi pembalut karena bahan ini dapat menghasilkan senyawa yang dikenal dengan dioksin. Nah, senyawa dioksin inilah yang memiliki sifat karsinogenik alias dapat menyebabkan kanker. Penjelasan lebih lengkap, baca Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut.

Ciri-Ciri Pembalut yang Sehat dan Aman

Lantas, seperti apa syarat pembalut sehat?

  1. Memiliki Izin Edar

Tentu saja, Anda harus memilih produk yang sudah memiliki izin edar. Izin inilah yang dibutuhkan agar suatu produk dapat dilepas di pasaran dan untuk mendapatkannya, Kemenkes sudah menetapkan berbagai persyaratan dan pengujian yang wajib dipenuhi. Dengan demikian, sebenarnya produk pembalut yang tersedia di berbagai toko sudah dianggap layak dan aman untuk digunakan karena telah mengantongi izin edar tersebut.

  1. Bebas Klorin

Penggunaan klorin dalam produksi pembalut adalah sebagai bahan pemutih. Meski demikian, saat ini sudah ada beberapa teknologi atau metode pemutihan yang bebas klorin dan inilah yang juga disyaratkan oleh Kemenkes. Metode tersebut disebut dengan ECF (Elemental Chlorine-Free) di mana prosesnya tidak menggunakan gas klorin namun klorin dioksida yang bebas dioksin, dan TCF (Totally Chlorine-Free), yang 100% bebas klorin sehingga dijamin bebas dioksin pula.

  1. Memenuhi Peraturan

Berdasarkan SNI 16-6363-2000, sudah dijelaskan pula berbagai syarat agar produk pembalut dianggap layak untuk diedarkan di pasaran. Misalnya, daya serap minimal yang harus dipenuhi adalah 10 kali dari berat awal. Selain itu, pembalut tidak boleh berfluoresensi atau menunjukkan adanya fluoresensi yang menandai kontaminasi. Fluoresensi sendiri merupakan pengujian untuk mendeteksi adanya kontaminasi klorin dan proses pengujian harus dilaksanakan di laboratorium berakreditasi.

  1. Tinggalkan Pembalut Beraroma

Selain itu, jangan gunakan pembalut wanita atau pantyliner yang mengeluarkan aroma atau wewangian tertentu. Memang benar bahwa area pribadi wanita memiliki aroma khas, namun hal itu sebenarnya normal. Produk pembalut wanita yang memiliki wangi tertentu justru bisa mengakibatkan risiko kesehatan di masa depan karena penggunaan bahan kimia tambahan yang berbahaya.

  1. Perhatikan Pemakaiannya

Sekalipun Anda sudah cermat dalam memilih dan berbelanja, hal itu pun masih belum cukup. Penggunaan pembalut yang baik dan benar juga sama pentingnya, mengingat produk ini akan bersentuhan langsung dengan mukosa pada bagian pribadi Anda yang relatif tipis dan lembut. Ganti pembalut setiap beberapa jam sekali secara teratur untuk menghindari penumpukan darah menstruasi dan bakteri. Bahkan, penumpukan bakteri juga dapat menimbulkan infeksi yang menyebabkan penyakit kronis, seperti TSS atau toxic shock syndrome.

  1. Gunakan Pembalut Organik

Selain risiko masalah kesehatan, pembalut sekali pakai yang paling umum tersedia di pasaran juga dapat menimbulkan isu lingkungan dari jumlah sampah yang dihasilkan. Karena itu, jika Anda sudah memutuskan opsi yang tidak hanya sehat tapi juga ramah lingkungan, Anda bisa pertimbangkan pembalut berbahan organik. Bahkan lebih baik lagi, Anda bisa pilih pembalut kain yang dapat dicuci untuk digunakan kembali di kemudian hari.

YLKI pun menyarankan para konsumen di Indonesia untuk menggunakan pembalut kain. Apalagi, sekarang juga sudah dapat ditemukan pembalut kain yang juga dibuat dari bahan alami, seperti serat bambu.

Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Pembalut Sehat Bahan Kain

Mengapa Harus Pembalut yang Sehat? – Dengan berbagai bahaya yang mengintai jika Anda salah memilih pembalut untuk digunakan, tentunya pilihan merk pembalut yang baik untuk kesehatan menjadi sebuah pertimbangan penting. Apalagi, masalah yang mengancam karena menggunakan pembalut yang salah dapat menimbulkan risiko yang serius, seperti mandul atau susah hamil dan kanker serviks.

Pembalut konvensional yang sekali pakai dan dapat ditemukan dengan mudah di pasaran merupakan solusi yang dianggap paling praktis. Meski demikian, banyak yang memandang bahwa pilihan produk yang satu ini dapat menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Terlebih lagi, konsumen mengalami kesulitan jika mereka ingin menghindari produk yang mengandung bahan-bahan tertentu. Tidak adanya informasi terkait bahan yang digunakan dalam proses produksi pembalut pada kemasan adalah alasannya.

Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Pembalut Sehat

Dalam memproduksi pembalut, berbagai zat kimia digunakan sepanjang prosesnya. Sebelumnya, beberapa jenis zat kimia, termasuk klorin dan dioksin yang sudah kami bahas sebelumnya dihalaman ini Memilih Merk Pembalut Aman untuk Kesehatan Reproduksi Wanita. Zat-zat tersebut banyak digunakan dalam produksi pembalut wanita. Padahal, kedua bahan kimia tersebut akhirnya terbukti berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan, mulai dari munculnya rasa gatal dan iritasi sampai kanker di kemudian hari.

Saat ini, untungnya sudah terjadi perubahan besar-besaran dalam proses produksi pembalut wanita. Sudah banyak bahan kimia berbahaya yang tak lagi digunakan, sehingga risiko bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan bagi organ reproduksi Anda dapat dikatakan sudah hilang. Meski demikian, hal ini tidak lantas menyelesaikan masalah.

Hal ini dikarenakan sampah yang dihasilkan oleh pembalut sekali pakai. Komponen bahan sitetis pada tiap helai pembalut membuat produk ini kurang ramah lingkungan mengingat potensi besarnya jumlah sampah yang dihasilkan dari pembuangan pembalut. Selain memengaruhi lingkungan, hal ini juga dapat berakibat pada kondisi kesehatan manusia kelak, apalagi jika proses pengolahan sampah pembalut tidak dilakukan dengan semestinya.

Selain itu, pembalut diproduksi dengan bahan yang terbuat dari campuran katun dan rayon. Bahan tersebut kemungkinan masih mengandung residu atau zat sisa yang berasal dari pestisida yang digunakan selama proses pertumbuhan katun. Apalagi, pembalut konvensional yang dipakai akan langsung bersentuhan dengan kulit langsung setelah kemasan dibuka. Padahal, kulit di area kelamin wanita cenderung tipis dan lembut. Itulah mengapa pembalut sekali pakai semakin dipandang sebagai opsi yang buruk bagi kesehatan wanita, terutama kesehatan reproduksi mereka.

SOLUSI terbaik untuk kesehatan reproduksi Anda

Jika pembalut konvensional sekali pakai tak lagi menjadi pilihan Anda, lantas apa yang harus Anda gunakan sebagai alternatifnya? Untungnya, bagi Anda yang ingin memilih solusi yang lebih sehat, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Salah satunya adalah produk pembalut wanita organik. Pilihan yang organik akan menekan bahaya yang mungkin timbul zat sisa pestisida yang masih menempal pada bahan katun yang digunakan dalam produksi pembalut sekali pakai pada umumnya, plus zat kimia berbahaya lainnya. Meski demikian, pembalut wanita organik juga berpotensi memicu masalah lingkungan karena sampah yang dihasilkan.

Untuk opsi yang tak hanya aman untuk kesehatan, tapi juga ramah lingkungan, Anda bisa memilih pembalut wanita kain yang organik dan dapat dicuci. Dengan demikian, Anda pun masih bisa menggunakan kembali pembalut tersebut di kemudian hari setelah dicuci sampai bersih. Bahkan, YLKI merekomendasikan penggunaan pembalut kain.

Pembalut wanita berbahan organik juga sering disebut dengan pembalut herbal. Bahan yang digunakan bervariasi, seperti katun organik dan bahkan serat bambu.

Tak hanya baik untuk tubuh, organ reproduksi, dan lingkungan, pembalut wanita organik juga menguntungkan dari segi ekonomi, apalagi jika Anda memilih pembalut kain. Jenis pembalut yang satu ini malah bisa digunakan sampai beberapa tahun, seperti pembalut serat bambu yang bisa tahan sampai 3 tahun. Dengan begitu, pengeluaran Anda untuk pembalut pun dapat ditekan besar-besaran.

Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut

Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut – Apakah pembalut wanita berbahaya? Semoga judul diatas tidak membuat Anda takut untuk membaca dan meluruskan pengetahuan.

Tidak seperti makanan yang Anda telan, bahan-bahan yang terdapat di dalam pembalut tidak akan melalui proses metabolisme atau eliminasi di dalam tubuh. Dengan demikian, kandungan apapun yang terdapat pada pembalut akan diserap oleh mukosa (lapisan miss V) Anda. Dengan demikian, zat tersebut akan dapat masuk ke dalam aliran darah secara langsung.

Karena alasan itulah jangan sampai Anda menyepelekan pembalut wanita yang berbahaya. Terlebih, terdapat kandungan zat kimia yang tak hanya di dalam pembalut wanita, tapi juga tampon dan popok, saat ini sudah menimbulkan lebih banyak keprihatinan baik di Indonesia maupun di negara luar. Hal ini dipicu oleh pertanyaan mengenai keamanan bahan yang digunakan dalam proses produksi pembalut. Masalah lingkungan yang timbul dari pembuangan pembalut juga tak luput dari pembahasan. Inilah yang menjadi alasan kenapa semakin banyak yang beralih ke pembalut herbal atau organik, serta varian pembalut yang dapat dicuci ulang dan digunakan kembali. Seperti produk pembalut berbahan serat bambu yang kami edarkan di pasaran.

  1. Phthalate

    Jenis-jenis pembalut yang menawarkan aroma atau wangi tertentu adalah salah satu produk yang wajib dihindari. Alasannya adalah kandungan zat kimia di dalam bahan yang tidak hanya menimbulkan wangi tersebut, tetapi juga meningkatkan paparan tubuh wanita terhadap zat yang disebut dengan phthalate. Zat kimia ini umum dikenal untuk melunakkan plastik dan keberadaannya sudah menarik perhatian banyak organisasi serta pemerhati kesehatan di seluruh dunia karena penggunaanya yang ternyata ditemukan di berbagai produk perawatan, kosmetik, dan pewangi. Phthalate ini dicurigai sebagai zat yang dapat “mengganggu” kelenjar endokrin. Akibat yang timbul termasuk masalah terkat perkembangan IQ dan risiko terserang asma yang lebih tinggi.

  2. Dioksin

    Selain phthalate, zat kimia lainnya yang patut diwaspadai pada produk pembalut adalah dioksin. Zat ini merupakan produk sampingan dari proses bleaching atau pemutihan yang biasa dilakukan dalam memproduksi pembalut atau tampon. Organisasi kesehatan dunia, WHO, sudah mengklaim bahwa dioksin sangat beracun dan mengategorikannya sebagai karsinogen atau bahan yang dapat memicu terjadinya kanker pada jaringan hidup.
    Saat ini, untungnya kadar kandungan dioksin pada pembalut sudah jauh lebih rendah dibandingkan dulu. Meski demikian, Anda tetap patut merasa waspada karena keberadaannya, meskipun dalam jumlah kecil, tetaplah berbahaya. Kementerian Kesehatan RI sendiri sudah mewajibkan produsen pembalut untuk menggunakan hanya teknik bleaching yang tidak melibatkan dioksin sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin edar.

  3. Toxic Shock Ssyndrome (TSS)

    Isu kesehatan lainnya yang berkaitan dengan produk perawatan wanita, terutama pembalut, adalah toxic shock syndrome atau TSS. Bahkan penelitian menunjukkan, bahwa produk tampon dan pembalut dengan daya serap super tinggi menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan TSS, bahkan kematian karena kondisi ini. Sejak saat itu, para produsen pembalut sudah mengurangi jumlah zat kimia yang dapat memicu TSS dalam jumlah besar-besaran. Meski demikian, bahaya TSS tetap ada bahkan sampai saat ini. Apalagi, penelitian mengenai masalah kesehatan dan produk kewanitaan masih terhitung minim dan hanya mendapatkan sedikit perhatian dari para peneliti.

Selain itu, tidak ada keharusan bahwa pembalut harus mencantumkan informasi mengenai bahan baku pada kemasannya, karena pembalut dianggap sebagai alat kesehatan. Oleh sebab itu, zat-zat kimia yang berhubungan dengan kanker, bahan pemicu alergi, maupun zat beracun lain yang terkandung tidak dapat diketahui oleh konsumen. Akibatnya, meskipun konsumen ingin menghindari bahan-bahan berbahaya tersebut, mereka tidak bisa 100% menghindarinya.

Gunakan Pembalut Herbal Sekarang juga

Lantas, bagaimana caranya Anda dapat menjaga diri Anda sendiri? Hal pertama yang dapat dilakukan dengan segera adalah menghindari semua pembalut yang mengandung wewangian. Jika memungkinkan, kumpulkan informasi mengenai produk yang mencantumkan zat yang digunakan dalam proses produksinya. Gunakan pembalut yang terjamin keamanannya, seperti pembalut herbal yang saat ini sudah bisa Anda temukan di sini.

Memilih Merk Pembalut yang Aman untuk Kesehatan Reproduksi Wanita

Pembalut yang Aman Kesehatan Reproduksi Wanita – Sudah tidak diragukan lagi bahwa pembalut yang nyaman adalah sebuah kebutuhan utama ketika masa haid datang. Dengan beragamnya pilihan yang ditawarkan di pasaran, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memilih pembalut yang tepat; bukan hanya nyaman, tapi juga aman digunakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam memilih merk pembalut yang nyaman untuk Anda beli dan gunakan.

Menjadi Konsumen Cerdas dalam Memilih Pembalut yang Aman untuk Kesehatan Reproduksinya

Jika berbicara soal pilihan pembalut yang ideal, jenis-jenis dengan daya serap yang tinggi, pilihan bahan dengan permukaan yang halus dan bahkan cepat kering, serta dapat kembali ke bentuk semula adalah beberapa kriteria yang biasa dicari oleh para pembeli. Untuk kali ini, yang akan dibahas adalah keamanan produk pembalut itu sendiri agar Anda tidak terpapar risiko kesehatan reproduksi, yang bahkan dapat berkembang menjadi penyakit kronis seperti kanker.

Artikel Terkait :

Harga Pembalut Wanita dan Memilih Produk yang Aman

Manfaat Pembalut Bambu bagi Kesehatan Area Kewanitaan Anda

Waspadai pembalut yang menggunakan klorin dan dioksin. Keduanya sering digunakan sebagai bahan pemutih agar pembalut terlihat putih dan bersih. Padahal, dioksin merupakan produk sampingan yang muncul dari proses pemutihan kertas. Zat ini dapat masuk ke dalam rahim Anda dan bahkan mencapai ovarium. Masalah yang muncul adalah iritasi, munculnya keputihan, rasa gatal, dan bahkan radang panggul yang bisa berujung pada masalah reproduksi serius, seperti endometriosis yang tidak hanya menimbulkan rasa sakit, namun juga kemandulan.

Kedua bahan ini rupanya sering ditemukan pada produk pembalut sekali pakai. Padahal, ini adalah jenis produk yang paling sering ditemukan di pasaran. Karena itu, pastikan bahwa produk pilihan Anda bebas dari dioksin dan klorin. Saat ini, Anda dapat menemukan informasi mengenai produk pembalut yang bebas klorin dan dioksin dengan mudah sehingga tidak ada salahnya untuk melakukan riset kecil-kecilan terlebih dulu agar kelak Anda tidak salah pilih.

Selain bebas dari kedua zat berbahaya tersebut, pilihlah produk pembalut yang tidak menguarkan aroma tertentu. Wangi atau bau pada pembalut baru biasanya dihasilkan dari penggunaan bahan kimia tambahan yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi Anda juga.

Peraturan Pemerintah untuk Produk Pembalut yang Beredar di Indonesia

Untuk menjamin agar tidak ada pembalut dengan bahan berbahaya beredar di pasaran, pemerintah telah menerapkan peraturan yang ketat melalui Kementerian Kesehatan. Produk yang beredar harus sudah mengantongi izin edar setelah lulus uji dan persyaratan. Salah satu syaratnya adalah daya serap setidaknya 10 kali dari bobot produk. Pembalut juga tidak boleh menunjukkan adanya kontaminasi klorin yang ditunjukkan dari hasil uji fluoresensi. Sementara itu, terkait dengan proses pemutihan, pemerintah hanya mengizinkan teknik-teknik tertentu yang bebas dari penggunaan dioksin.

Tips Penggunaan Pembalut Wanita yang Sehat

Selain memilih pembalut wanita yang aman dan sehat, Anda juga perlu memerhatikan penggunaannya. Sebaiknya, gantilah pembalut dalam kurun waktu beberapa jam, misalnya 2 sampai 4 jam sekali, bahkan ketika volume darah yang keluar sudah tidak banyak.

Hal tersebut dapat mencegah terjadinya berbagai faktor yang dapat memicu masalah kesehatan reproduksi, seperti adanya penumpukan bakteri. Sering mengganti pembalut juga dapat mencegah risiko berkembangnya kondisi yang disebut dengan TSS atau toxic shock syndrome. Kondisi ini diakibatkan infeksi bakteri dan dipicu oleh penggunaan pembalut yang jarang diganti, terutama jenis yang memiliki daya serap super tinggi. Karena itu, sebaiknya Anda berganti ke pembalut yang daya tampungnya lebih rendah atau tipis ketika volume darah menstruasi yang keluar sudah tidak lagi tinggi.

 

Harga Pembalut Wanita dan Memilih Produk yang Aman

Pembalut Wanita – Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi Anda dalam memilih produk pembalut wanita untuk dibeli, seperti harga. Berbicara soal harga, rentang harga yang ada di pasaran cukup luas mengingat ada banyaknya merk pembalut yang ada.

Anda dapat menemukan satu pak pembalut dengan kisaran harga antara Rp10.000 sampai Rp30.000, atau bahkan kurang dari nominal tersebut. Harga pembalut wanita sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti jumlah pembalut dalam satu kemasan atau pak. Karena itu, satu pak yang berisi 18 pembalut tentu lebih mahal dibandingkan satu kemasan yang isinya 12 pembalut untuk merk dan jenis produk yang sama. Selain itu, ada berbagai fitur lain yang juga akan memengaruhi harga, seperti sayap serta pilihan bahan dengan daya serap tinggi yang selalu terasa kering agar nyaman dipakai.

Memilih Produk Pembalut yang Sesuai

Meski demikian, harga saja idealnya tidak cukup untuk memutuskan produk pembalut mana yang akan Anda beli. Mengingat fungsi dan penggunaan produk ini, lumrah jika Anda juga mempertimbangkan faktor kenyamanan, kesehatan, serta kualitas. Justru faktor tersebut sangat penting untuk dipikirkan masak-masak agar risiko yang serius dapat dihindari; apalagi, Anda pasti sudah mendengar berita mengenai beberapa bahan dalam produksi pembalut yang dapat memicu masalah kesehatan yang kronis, termasuk kanker.

Jika produk yang Anda pilih ternyata menimbulkan rasa gatal di area pribadi, segera buang. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, sensasi gatal tersebut juga dapat menimbulkan iritasi. Kemudian, pembalut yang daya serapnya tinggi akan memberikan rasa nyaman yang lebih. Biasanya, makin tinggi daya serap sebuah pembalut, kualitasnya pun lebih bagus sehingga Anda akan tetap merasa nyaman beraktivitas sepanjang hari.

Faktor lain terkait kenyamanan yang perlu dipertimbangkan adalah panjang pembalut, terlebih pada hari-hari awal masa menstruasi Anda ketika volume darah yang keluar sedang banyak-banyaknya. Untuk mengatasi hal ini, Anda juga dapat mengganti pembalut setiap 2 atau 3 jam sekali.

Selain itu, hindari pembalut yang menguarkan aroma tertentu. Wangi atau aroma tertentu pada pembalut yang masih baru biasanya disebabkan penggunaan bahan tambahan yang rupanya memiliki kandungan zat kimia yang berbahaya. Tentu saja, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi Anda di kemudian hari.

Secara umum, Anda sebaiknya jangan sampai dibutakan oleh harga yang murah. Sama halnya dengan produk-produk lain, harga pembalut akan mencerminkan kualitas. Karena itulah pembalut dengan daya serap tinggi biasanya akan dilabeli dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis yang kualitasnya biasa.

Pilihan Produk Pembalut yang Aman

Selain jenis pembalut yang dijual bebas di pasaran, Anda juga dapat menemukan opsi lainnya yang terbuat dari bahan-bahan herbal. Biasanya, rasa gatal atau iritasi merupakan masalah umum yang dialami para pengguna pembalut konvensional. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat beralih pada pembalut berbahan herbal yang akan mengurangi risiko timbulnya rasa tidak nyaman karena gatal dan iritasi, yang rupanya akan berdampak pada masalah kesehatan reproduksi yang lebih serius. Bahkan, ada juga jenis pembalut herbal yang dapat dicuci sehingga Anda dapat mengurangi produksi sampah rumah tangga. Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap lingkungan.

Jenis pembalut yang lebih sehat dan bahkan ramah lingkungan ini memang dibanderol dengan harga yang lebih mahal. Akan tetapi, harga tersebut sebenarnya sudah sesuai jika Anda mempertimbangkan manfaat serta kelebihan yang ditawarkan. Bahkan, harga pembalut herbal yang dapat dicuci sebenarnya relatif ekonomis karena Anda dapat menggunakannya sampai bertahun-tahun.

Seperti halnya produk pembalut berbahan serat bambu revolusioner dari kami yang terjamin alami dan aman. Tak hanya itu, pembalut serat bambu ini bisa berulang-ulang. Penjelasan lebih detail mengenai produk luar biasa ini bisa Anda baca di halaman ini pembalut.