Cara Ampuh Mengobati Maag Kronis yang Tepat dan Sehat

Mukosa atau pelindung bagian dalam perut memiliki kelenjar yang memproduksi asam lambung dan zat lainnya. Salah satunya adalah enzim pepsin. Enzim ini akan memecah protein untuk melindungi perut dari infeksi saat asam lambung memecah makanan yang masuk. Sifat dari asam ini sangatlah kuat dan dapat merusak lambung. Karena itu, mukosa tersebut sangat dibutuhkan.

Pada kasus maag kronis, lapisan tersebut mengalami gangguan. Penyebabnya bervariasi, seperti infeksi bakteri, konsumsi alkohol yang berlebih, jenis obat-obatan tertentu, stres parah, atau masalah daya tahan tubuh lainnya yang dapat menyebabkan radang. Jika hal ini terjadi pada jangka waktu panjang tanpa ada tindak penanganan yang sesuai, lapisan pelindung lambung Anda akan rusak dan menyebabkan kondisi yang lebih parah.

Untungnya, maag masih dapat diobati selama ditangani dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa cara ampuh mengobati maag kronis yang wajib dilakukan.

Jenis-Jenis Maag Akut

Pertama, mari kita kenali dulu jenis-jenis maag kronis. Secara umum, ada 3 kategori:

  1. Tipe A. Jenis ini disebabkan sel perut yang dihancurkan oleh sistem imun. Akibatnya, tubuh pun berisiko kekurangan vitamin, mengalami anemia, dan bahkan kanker.
  2. Tipe B. Jenis ini adalah jenis yang paling banyak dialami. Penyebabnya adalah bakteri H. pylori dan dapat memicu kondisi lain, seperti radang pada usus dan pencernaan, serta kanker.
  3. Tipe C. Jenis ini disebabkan oleh iritasi karena reaksi kimia yang diakibatkan beberapa jenis obat atau alkohol.

Ada juga jenis lainnya, seperti giant hypertrophic gastritis yang berhubungan dengan kurangnya protein di dalam tubuh. Atau eosinophilic gastritis, yang dapat terjadi bersamaan dengan alergi seperti asma atau eczema.

Bagaimana Maag Kronis Ditangani

Penggunaan obat dan diet adalah cara yang laing umum dalam mengobati maag akut. Pengobatan untuk tiap jenis maag akan berfokus pada apa penyebab kondisi ini. Karena itu, diagnosis dokter sangat dianjurkan untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Dengan demikian, jika Anda didagnosis dengan maag Tipe A, maka pengobatannya akan fokus pada pemulihan jenis-jenis nutrisi yang kurang. Jika Anda menderita maag Tipe B, pengobatan yang diberikan biasanya bersifat antimikroba untuk membunuh bakteri H. pylori. Dan jika Anda positif mengidap maag Tipe C, Anda akan diharuskan berhenti mengonsumsi obat-obatan pemicu kondisi ini atau stop konsumsi alkohol.

1. Obat untuk mengatasi maag akut

Biasanya, dokter akan meresepkan obat yang bertujuan untuk mengurangi asam lambung. Jenis-jenis obat yang umumnya diresepkan dokter adalah:

  • Antasida
  • H2 antagonist
  • Proton pump inhibitor

Anda juga akan diminta untuk mengurangi atau menyingkirkan penggunaan obat seperti aspirin untuk mengurangi iritasi pada perut.

Biasanya, gejala maag akan hilang dalam beberapa jam apabila penyebabnya adalah obat atau alkohol. Akan tetapi, untuk maag kronis, akan dibutuhan waktu yang lebih lama untuk menghilangkan gejalanya. Dan tanpa pengobatan yang sesuai, gejala maag akut bahkan bisa bertahan selama bertahun-tahun.

2. Diet sehat

Pasien maag kronis akan direkomendasikan oleh dokter untuk mengubah dietnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi iritasi pada perut. Maka, perlu ada perubahan dalam menu makan, seperti menyingkirkan jenis-jenis makanan yang wajib dihindari. Contohnya:

  • Makanan kaya akan garam
  • Makanan tinggi lemak
  • Alkohol dalam bentuk apapun
  • Makanan kaya akan daging merah dan daging yang diawetkan

Sementara itu, jenis-jenis makanan yang direkomendasikan adalah:

  • Buah dan sayur
  • Makanan kaya probiotik, seperti kefir dan yogurt
  • Daging putih (ikan, kalkun, dan ayam organik)
  • Protein nabati (tahu, kacang-kacangan, dan tempe)
  • Karbohidrat dari biji utuh

Ada juga beberapa jenis makanan yang dapat membantu menyingkirkan bakteri H. pylori dan meredakan gejala maag kronis:

  • Bawang putih
  • Buah cranberry
  • Jahe
  • Kunyit

Penyebab dan Cara Menghilangkan Mual Karena Maag

Ada berbagai faktor penyebab timbulnya rasa mual yang dialami oleh seseorang. Contohnya adalah penggunaan jenis obat tertentu, keracunan makanan, infeksi, dan kehamilan. Tingkat keparahan rasa mual sendiri bervariasi, mulai dari ringan sampai rasa nyaman tak tertahankan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk kesempatan kali ini, fokus bahasan adalah mual akibat maag.

Penyebab Rasa Mual Ketika Maag Kumat

Bagaimana maag bisa menyebabkan munculnya rasa mual? Ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Meski demikian, semuanya mengarah pada 1 hal. Yaitu ketidakmampuan LES atau lower esophageal sphickter untuk menutup rapat setelah Anda menelan makanan atau minuman. LES ini adalah sebuah rangkaian otot yang memisahkan esofagus dengan perut. Jika kinerja LES menurun, maka asam lambung dan makanan dapat naik kembali ke tenggorokan melalui esofagus.


Lantas, apa penyebab melemahnya fungsi LES? Berikut ini adalah contoh jenis makanan dan minuman yang seringnya memicu kondisi ini:

  • Makanan berminyak dan berlemak, terutama yang kandungan lemak trans atau lemak jahatnya tinggi
  • Tomat dan saus merah
  • Buah-buahan citrus (karena sifatnya yang asam)
  • Makanan pedas
  • Cokelat
  • Peppermint
  • Minuman dengan kandungan kafein seperti kopi (baik kopi biasa maupun decaf)
  • Minuman ringan atau bersoda
  • Alkohol

Pasien penderita refluks asam lambung (naiknya asam lambung ke esofagus) akan merasakan rasa asam di mulut. Hal tersebut disebabkan naiknya asam lambung tersebut. Dari rasa asam tersebut, beserta dengan sendawa dan batuk terus-menerus yang berkaitan dengan refluks dan maag. Kemudian, rasa mual dan bahkan muntah pun mengikuti.

Gejala maag lainnya yang dapat memicu munculnya rasa mual adalah pencernaan yang tidak normal atau rasa terbakar di bagian dada. Tidak normalnya pencernaan pada pasien penderita maag yang sedang kambuh dikarenakan asam lambung dan isi perut yang naik dan menimbulkan iritasi pada esofagus.

Cara Menghilangkan Mual Karena Maag

Pada dasarnya, mengatasi rasa mual karena maag juga berarti mengobati penyakit maag itu sendiri. Kombinasi antara perubahan gaya hidup, obat-obatan di rumah, dan pengobatan medis dibutuhkan untuk kesembuhan total.

1. Perubahan gaya hidup.
Ada berbagai langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengubah gaya hidup Anda agar menjadi lebih sehat. Pertama, ubah pola makan. Kurangi porsi makan Anda (misal menjadi separuhnya), namun makan lebih sering (misalnya dari 3 kali menjadi 6 kali sehari). Hal ini dikarenakan rasa mual yang bisa timbul jika perut terlalu kosong. Selain itu, jauhi dan bahkan buang makanan berlemak.

2. Berhenti merokok.
Nikotin memiliki banyak dampak pada tubuh dan kesehatan, termasuk melemahkan LES. Dengan merokok, gejala mual saat maag akan semakin mungkin terjadi.

3. Kenakan pakaian yang longgar.
Pakaian yang ketat, terutama di bagian perut, akan memberikan tambahan tekanan pada area tersebut. Hal ini juga dapat memicu timbulnya rasa mual dan refluks asam lambung.

4. Duduk dengan postur yang tepat setelah makan.
Ini adalah untuk menjaga agar asam lambung tetap berada di dalam perut. Karenanya, jangan langsung berbaring atau tidur setelah makan. Setidaknya, tunggu 2 sampai 3 jam setelah makan malam sebelum pergi tidur.

5. Pengobatan di rumah.
Mengunyah permen karet dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan asam lambung. Selain itu, ini dapat membantu menghilangkan rasa asam di mulut yang timbul saat gejala maag dan mual datang. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan jahe (olahan jahe seperti teh atau susu jahe, maupun suplemen jahe) untuk mengatasi gejala maag dan mual.

6. Obat-obatan medis.
Antasida merupakan jenis obat maag yang paling mudah ditemukan di pasaran. Karenanya, ini biasanya merupakan pilihan pertama para penderita maag ketika rasa sakit menyerang. Akan tetapi, jika gejala masih belum hilang setelah beberapa hari mengonsumsi antasida, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Ketahui Definisi, Pemicu, Tanda dan Gejala Penyakit GERD (bukan maag) serta Cara Pengobatannya

GERD atau Gastroesophageal reflux disease adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Penyebab utamanya adalah refluks, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus. Inilah pemicu mengapa penderitanya akan merasakan mual, bahkan muntah-muntah. Gejala lainnya yang umum adalah rasa terbakar pada dada atau heartburn.

Pemicu GERD Serta Faktor Risikonya

Di antara lambung dan esofagus, terdapat otot melingkar yang disebut dengan sphincter. Otot terrsebut dapat mengendur untuk membuka (ketika kita menelan agar cairan dan makanan masuk ke lambung), dan mengencang untuk menutup (ketika cairan dan makanan sudah masuk ke dalam lambung).

Apabila katup tersebut melemah atau mengendur pada kondisi yang tidak umum, isi lambung termasuk asam bisa naik dan masuk ke esofagus. Jika hal ini terus-menerus terjadi, lapisan dinding esofagus akan mengalami iritasi dan memicu terjadinya radang (esofagitis). Peradangan ini lama-kelamaan akan mampu merusak lapisan esofagus. Akibatnya, komplikasi pun tidak terhindarkan. Bahkan,esofagitis yang tidak diatasi dapat memicu pendarahan sampai kondisi pra-kanker yang dikenal dengan nama Barrett’s esophagus.

Sementara itu, faktor risiko atau kondisi yang ditengarai merupakan penyebab GERD termasuk:

  1. Kegemukan atau obesitas.
  2. Hernia hiatus.
  3. Kehamilan
  4. Tertundanya pengosongan lambung, seperti ketika pasien telat makan.
  5. Asma
  6. Kebiasaan merokok.
  7. Diabetes
  8. Gangguan pada jaringan ikat, misalnya scleroderma.

Gejala yang Menandai GERD

Kemudian, tanda tanda penyakit GERD yang umum dialami oleh para pasiennya adalah:

  1. Perasaan terbakar di bagian dada atau heartburn. Kondisi ini terkadang terasa sampai ke tenggorokan dan timbul bersamaan dengan sensasi asam pada mulut.
  2. Rasa nyeri di bagian dada.
  3. Kesulitan untuk menelan atau disfagia.
  4. Batuk kering.
  5. Sakit tenggorokan dan/atau suara yang menjadi serak.
  6. Munculnya rasa tidak nyaman pada tenggorokan, atau timbulnya benjolan.
  7. Mual dan muntah (regurgitasi) cairan asam lambung atau makanan.

Mengobati dan Menangani GERD Secara Efektif

Agar hasilnya maksimal, penanganan penyakit ini memerlukan dua langkah yang harus dilakukan bersamaan.

1. Obat untuk GERD
Jenis obat yang digunakan untuk menangani GERD adalah jenis yang dapat menetralkan asam lambung, mengurangi jumlah produksi asam lambung, memperkuat sphincter, dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada lapisan pelindung saluran cerna.

  • Antasida.
    Obat maag satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga karena banyak ditemukan di pasaran. Fungsinya adalah untuk menetralkan asam lambung dan dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet maupun sirup.
  • H2 Receptor Blocker.
    Jenis obat GERD ini fungsinya adalah untuk mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi. Contonya adalah ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine. Kerjanya tidak secepat antasida, namun dapat mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi sampai 12 jam.
  • Inhibitor pompa proton.
    Obat yang satu ini lebih kuat dalam mengeblok produksi asam lambung. Selain itu, jenis yang satu ini dapat memberi cukup waktu untuk memperbaiki jaringan esofagus yang telah rusak. Contohnya adalah omeprazole dan lansoprazole.
  • Penguat sphincter.
    Manfaat obat ini adalah untuk mengurangi frekuensi sphincter esofagus dalam melonggarkan/merilekskan diri sehingga mengurangi frekuensi terjadinya refluks.

2. Mengubah Gaya Hidup
Menggunakan obat saja tidak cukup efektif jika tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup. Langkah-langkah yang bisa ditempuh misalnya:

  • Menjaga agar berat bdadan ideal. Untuk penderita obesitas atau kegemukan, setidaknya kurangi dulu berat badannya. Sebab, lemak yang menumpuk di perut dapat menambah tekanan terhadap lambung.
  • Kenakan pakaian yang longgar, terutama di area perut dan pinggang.
  • Jauhi makanan serta minuman yang dapat memicu GERD. Misalnya gorengan, saus tomat, bawang putih dan bawang merah, kafein, dan alkohol.
  • Makan dengan porsi yang kecil, namun makanlah dalam frekuensi yang lebih sering. Misalnya, kurangi porsi makan menjadi setengahnya, namun makan sebanyak 6 kali sehari.
  • Jangan berbaring ketika sudah selesai makan. Sebaiknya, tunggu dulu sampai 3 jam sesudah Anda selesai makan.
  • Berhenti merokok agar kinerja sphincter esofagus meningkat.

Manfaat Pembalut Bambu bagi Kesehatan Area Kewanitaan Anda

Cerdas dalam memilih pembalut untuk area kewanitaan Anda – Menjaga kondisi area kewanitaan jelas adalah sebuah hal yang penting bagi kesehatan Anda. Dari berbagai cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mengganti produk pembalut konvensional dengan jenis yang lebih aman untuk daerah pribadi Anda, seperti pembalut bambu. Berbicara soal pembalut bambu, apa saja manfaatnya? Berikut Manfaat Pembalut Bambu bagi Kesehatan Area Kewanitaan Anda.

Mengenali Manfaat Pembalut Berbahan Serat Bambu

Jenis pembalut yang satu ini terbuat dari serat bambu yang juga terkenal akan sifat anti-bakterinya. Dengan demikian, jenis-jenis bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan Anda dapat dikurangi dalam jumlah yang signifikan.

Selain itu, jenis pembalut alami yang satu ini juga berdaya serap tinggi sehingga permukaannya selalu terasa kering. Maka, Anda pun tidak akan mengalami rasa lembab yang tidak nyaman seperti yang biasa dirasakan saat sedang menggunakan pembalut konvensional. Selain itu, kulit di area tersebut pun tidak akan terasa gatal atau mengalami iritasi. Permukaan pembalut yang terbuat dari bahan serat bambu juga terasa lembut dan halus ketika disentuh dan dipakai. Bagi Anda yang aktif beraktivitas dan bergerak sepanjang hari, penggunaan jenis pembalut ini jelas akan terasa lebih nyaman karena bebas gerah.

Bau yang tidak sedap juga merupakan salah satu hal yang jelas ingin Anda hindari. Meskipun area kewanitaan memang memiliki aroma yang khas, hal itu sebenarnya normal. Yang mengkhawatirkan adalah bau tak sedap yang terasa berbeda. Nah, dengan menggunakan pembalut berbahan serat bambu, hal tersebut pun dapat dihindari.

Kemudian, bahan pembalut ini jelas lebih aman bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan adanya kandungan klorin dan dioxin pada pembalut wanita pada umumnya yang berbahaya bagi tubuh dan bahkan mampu memicu terjadinya penyakit pada organ reproduksi wanita, seperti kanker serviks.

Pembalut Serat Bambu Sebagai Alternatif yang Hemat Biaya

Berbeda dengan pembalut pada umumnya yang hanya sekali pakai, pembalut serat bambu dapat dicuci sehinga Anda pun bisa menggunakannya berulang kali.Bahkan, jenis pembalut alami ini dapat dipakai ulang sampai dengan 3 tahun. Tidak hanya ramah lingkungan dengan menggurangi jumlah sampah, pembalut bambu pun dapat menghemat pengeluaran Anda di masa depan.

Informasi lebih lanjut mengei produk pembalut bambu ini bisa Anda kunjungi di sini.