3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut. Seberapa Aman Pembalut Anda

Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut

Pembalut Anda Sudah Aman? Ketahui 3 Zat Paling Berbahaya dalam Pembalut – Apakah pembalut wanita berbahaya? Semoga judul diatas tidak membuat Anda takut untuk membaca dan meluruskan pengetahuan.

Tidak seperti makanan yang Anda telan, bahan-bahan yang terdapat di dalam pembalut tidak akan melalui proses metabolisme atau eliminasi di dalam tubuh. Dengan demikian, kandungan apapun yang terdapat pada pembalut akan diserap oleh mukosa (lapisan miss V) Anda. Dengan demikian, zat tersebut akan dapat masuk ke dalam aliran darah secara langsung.

Karena alasan itulah jangan sampai Anda menyepelekan pembalut wanita yang berbahaya. Terlebih, terdapat kandungan zat kimia yang tak hanya di dalam pembalut wanita, tapi juga tampon dan popok, saat ini sudah menimbulkan lebih banyak keprihatinan baik di Indonesia maupun di negara luar. Hal ini dipicu oleh pertanyaan mengenai keamanan bahan yang digunakan dalam proses produksi pembalut. Masalah lingkungan yang timbul dari pembuangan pembalut juga tak luput dari pembahasan. Inilah yang menjadi alasan kenapa semakin banyak yang beralih ke pembalut herbal atau organik, serta varian pembalut yang dapat dicuci ulang dan digunakan kembali. Seperti produk pembalut berbahan serat bambu yang kami edarkan di pasaran.

  1. Phthalate

    Jenis-jenis pembalut yang menawarkan aroma atau wangi tertentu adalah salah satu produk yang wajib dihindari. Alasannya adalah kandungan zat kimia di dalam bahan yang tidak hanya menimbulkan wangi tersebut, tetapi juga meningkatkan paparan tubuh wanita terhadap zat yang disebut dengan phthalate. Zat kimia ini umum dikenal untuk melunakkan plastik dan keberadaannya sudah menarik perhatian banyak organisasi serta pemerhati kesehatan di seluruh dunia karena penggunaanya yang ternyata ditemukan di berbagai produk perawatan, kosmetik, dan pewangi. Phthalate ini dicurigai sebagai zat yang dapat “mengganggu” kelenjar endokrin. Akibat yang timbul termasuk masalah terkat perkembangan IQ dan risiko terserang asma yang lebih tinggi.

  2. Dioksin

    Selain phthalate, zat kimia lainnya yang patut diwaspadai pada produk pembalut adalah dioksin. Zat ini merupakan produk sampingan dari proses bleaching atau pemutihan yang biasa dilakukan dalam memproduksi pembalut atau tampon. Organisasi kesehatan dunia, WHO, sudah mengklaim bahwa dioksin sangat beracun dan mengategorikannya sebagai karsinogen atau bahan yang dapat memicu terjadinya kanker pada jaringan hidup.
    Saat ini, untungnya kadar kandungan dioksin pada pembalut sudah jauh lebih rendah dibandingkan dulu. Meski demikian, Anda tetap patut merasa waspada karena keberadaannya, meskipun dalam jumlah kecil, tetaplah berbahaya. Kementerian Kesehatan RI sendiri sudah mewajibkan produsen pembalut untuk menggunakan hanya teknik bleaching yang tidak melibatkan dioksin sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin edar.

  3. Toxic Shock Ssyndrome (TSS)

    Isu kesehatan lainnya yang berkaitan dengan produk perawatan wanita, terutama pembalut, adalah toxic shock syndrome atau TSS. Bahkan penelitian menunjukkan, bahwa produk tampon dan pembalut dengan daya serap super tinggi menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan TSS, bahkan kematian karena kondisi ini. Sejak saat itu, para produsen pembalut sudah mengurangi jumlah zat kimia yang dapat memicu TSS dalam jumlah besar-besaran. Meski demikian, bahaya TSS tetap ada bahkan sampai saat ini. Apalagi, penelitian mengenai masalah kesehatan dan produk kewanitaan masih terhitung minim dan hanya mendapatkan sedikit perhatian dari para peneliti.

Selain itu, tidak ada keharusan bahwa pembalut harus mencantumkan informasi mengenai bahan baku pada kemasannya, karena pembalut dianggap sebagai alat kesehatan. Oleh sebab itu, zat-zat kimia yang berhubungan dengan kanker, bahan pemicu alergi, maupun zat beracun lain yang terkandung tidak dapat diketahui oleh konsumen. Akibatnya, meskipun konsumen ingin menghindari bahan-bahan berbahaya tersebut, mereka tidak bisa 100% menghindarinya.

Gunakan Pembalut Herbal Sekarang juga

Lantas, bagaimana caranya Anda dapat menjaga diri Anda sendiri? Hal pertama yang dapat dilakukan dengan segera adalah menghindari semua pembalut yang mengandung wewangian. Jika memungkinkan, kumpulkan informasi mengenai produk yang mencantumkan zat yang digunakan dalam proses produksinya. Gunakan pembalut yang terjamin keamanannya, seperti pembalut herbal yang saat ini sudah bisa Anda temukan di sini.

Comments are closed.